Wednesday, July 24, 2013

Wanita Penyisir Zaman Fir'aun

Inilah kisah seorang wanita yang dibakar oleh thaghut Fir'aun. Fir'aun juga membakar anak-anak wanita tersebut dalam sebuah wadah mirip tungku besar. Aroma tubuh yang terbakar menyebar ke setiap sudut. 

Balasannya, Allah menjadikan aromanya dan aroma anak-anaknya sedemikian harum menyebar di langit. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mencium aroma wangi itu manakala beliau Mi'raj ke langit di malam Isra'.

Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Abdullah bin Abbas berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

"Pada malam aku ber-Isra', aku mencium aroma yang harum. Aku bertanya, 

'Wahai Jibril, aroma harum apa ini?' 

Jibril menjawab, 'Ini adalah aroma wanita penyisir putri Fir'aun dan anak-anak wanita itu.' 

Aku bertanya, 'Bagaimana kisahnya?' 

Jibril menjawab, 'Suatu hari, ketika dia sedang menyisir putri Fir'aun, tiba-tiba sisir jatuh dari tanganya. Dia berkata, 'Bismillah.' 

Putri Fir'aun berkata kepadanya, 'Bapakku.' 

Dia menjawab, 'Bukan, akan tetapi Tuhanku dan Tuhan bapakmu adalah Allah.' 

Putri Fir'aun berkata, 'Aku akan laporkan hal itu kepada bapakku.' 

Dia menjawab, 'Lakukanlah.' 

Maka putri Fir'aun melaporkan hal itu kepada bapaknya. 

Fir'aun memanggilnya dan bertanya, 'Wahai fulanah, apakah kamu mempunyai Tuhan selain aku?' 

Dia menjawab, 'Ya, tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.' 

Lalu Fir'aun memerintahkan agar dihadirkan seekor sapi dari tembaga. Setelah dipanaskan, dia memerintahkan agar wanita ini berikut anak-anaknya dilempar ke dalamnya. 
Wanita itu berkata, 'Aku ada perlu denganmu.' 

Fir'aun bertanya, 'Apa keperluanmu?' 

Wanita itu menjawab, 'Aku ingin Anda mengumpulkan tulang-tulangku dan tulang anak-anakku dalam sebungkus kain lalu mengubur kami.' 

Fir'aun menjawab, 'Itu menjadi hakmu atas kami.'

Jibril berkata, 'Lalu anak-anaknya dihadirkan. Satu persatu dilempar ke dalamnya di depan matanya, sampai akhirnya tiba giliran bayinya yang masih menyusu. 

Wanita ini maju mundur, maka bayinya berkata kepadanya, 'Wahai ibuku, masuklah karena adzab dunia lebih ringan daripada adzab akhirat.' Maka dia pun masuk'."

Ibnu Abbas berkata, "Ada empat bayi yang berbicara: Isa bin Maryam, bayi Juraih, saksi Yusuf, dan putra wanita penyisir putri Fir'aun."

No comments:

Post a Comment

Daftar Isi