Saturday, August 24, 2013

Asal Usul Patung Jahiliyah

Patung jahiliyah adalah patung-patung yang disembah oleh orang-orang pada masa jahiliyah. Seperti di Mekaah, pada zaman jahiliyah orang-orang menyembah patung Latta, dan patung-patung berhala lainnya. Dari manakah patung ini berasal dan siapakah orang yang pertama kali memperkenalkan kepercayaan terhadap kekuatan dari berhala? Berikut kisahnya:

Amr bin Luhai adalah saudagar Arab kaya raya dan terkenal dermawan. Ia sangat dipuji dan dihormati di kalangan bangsa Arab karena kedermawanannya itu. Ia memberi makan dan pakaian kepada ribuan orang di musim-musim tertentu.

Tidak jarang ia menyembelih hingga sepuluh ribu unta pada satu acara musiman bangsa-bangsa Arab. Oleh sebab itu, ia dicintai dan menjadi panutan bagi mereka. Ajakan apa pun yang ia serukan senantiasa disambut oleh mereka. Setiap kali melakukan hal-hal baru, selalu menjadi kebiasaan yang berlaku bagi masyarakatnya.

Asal Usul Patung Jahiliyah

Suatu hari ia pergi keluar dari Mekah menuju Syam untuk urusan dagang. Pada masa itu, suku Amaliqah (Secara harfiah berarti raksasa, karena postur tubuh mereka yang tinggi dan besar) berdiam di Syam. Di sana Amr bin Luhai melihat mereka sedang menyembah patung-patung. Lalu ia bertanya kepada mereka, “Patung-patung apakah yang kalian sembah?”

Mereka menjawab, “Ini semua adalah patung-patung pujaan kami. Jika kami memohon hujan, turunlah hujan. Jika kami memohon pertolongan, datanglah pertolongan itu ”

Amr bin Luhai meminta agar diberi satu patung untuk ia bawa ke negeri Arab dan dijadikan sesembahan. Kemudian mereka memberinya satu patung yang bernama Hubal. Setelah itu ia memasang patung itu di Mekah kemudian menyuruh kaumnya untuk menyembah patung itu. Masyarakat Mekah serta merta mengikuti apa yang diperintahkan Amr bin Luhai, hal ini karena sikap kedermawanan Amr bin Luhai yang terkenal dan dijadikan panutan.Dari sinilah masyarakat Mekah mulai memercayai kekuatan dari patung dan mulai menyembah berhala.

Sedangkan, asal usul berhala bernama Latta, konon dahulu di Mekah terdapat sebuah batu besar yang biasa digunakan oleh seorang laki laki Bani Tsaqif untuk membuat dan membakar roti di atasnya yang kemudian dibagikan kepada peziarah Ka'bah. Setelah laki-laki itu meninggal dunia, batu ini kemudian dikenal dengan nama Batu Latta (Al-Latta), artinya yang menumbuk dan membuat adonan gandum menjadi roti.

Amr bin Luhai meyakini bahwa laki-laki dari Bani Tsaqif itu sebenarnya belum meninggal dunia, tetapi masuk ke batu Latta tersebut. Kemudian Amr bin Luhai mengajak kaum Quraisy agar mendirikan bangunan di atas batu besar itu. Selanjutnya disebut dengan sesembahan Latta, lalu ia menyembahnya. Sejak saat itu, patung Latta menjadi sesembahan orang-orang Arab Jahiliyah.

No comments:

Post a Comment

Daftar Isi